Kawasaki KLX 150

Tommy Ernawan mantan mentor tim-tim balap Suzuki. Karena doyan balap, punya anak lelaki menjadi kesempatan untuk mewujudkan cita-citanya. Buat mencapainya, Tommy punya strategi mulai memoles buah hatinya dari arena garuk tanah. “Saya mulai membuat Gevin mencintai olahraga bermotor dengan mengajak dia naik gunung pakai motor,” kisah pria pemelihara kumis itu.

Demi ambisi itu, Tommy meracik KLX150 untuk keperluan anaknya, M. Gevin Hutama. Kebetulan bocah yang masih skul di kelas II SMP Bina Insani, Bogor tertarik. 4269klx-150-bogor-yudi-2.jpg“Melatih tentu tidak bisa dengan motor standar. Power mesin kudu didongkrak agar si murid beradaptasi dengan tenaga besar,” kilah bapak yang hobi bertopi itu.

Bagi Tomy, mendongkrak tenaga motor mudah saja. Apalagi ia punya bengkel motor bernama Hutama Motor di Jl. Raya Kadumanggu, No. 16, Sentul, Bogor. Kapasitas asli KLX150 yang cuma 148 cc didongkrak dengan mencangkokkan piston 66 mm dari CRF150. Ini edan lho, soalnya diameter piston standar KLX150 cuma 58 mm.

“Pakai piston CRF150 nggak perlu mengubah apapun. Karena pin piston pas dengan lubang di setang seher. Kita hanya perlu menyesuaikan diameter karter agar bisa masuk boring baru yang lebih lebar,” papar Tommy yang turut merancang bore up itu. Diameter karter sedikit diberi ruang, sekitar 1 mm agar saat boring mekar karena panas tidak terjadi penyempitan.

4270klx-150-bogor-yudi-3.jpgPenggantian ini membawa akibat. Dinamo starter bawaan KLX150 tak cukup kuat memuntir kruk-as saat starter elektrik dipencet. Makanya diganti dengan yang kapasitasnya lebih besar. “Kita pakai dinamo starter aftermarket biasa dipakai untuk Mio yang dibore up sampai 300 cc,” jelas Tommy yang asli Bandung itu.

Belum puas, Tommy menyiapkan kaki-kaki yang lebih mumpuni agar KLX150 tangguh melibas jalur mendaki Ranca Buaya. Jawabannya tergantung isi kantung. Mumpung punya bengkel, ia bereksperimen dengan sokbreker upside down milik motor Diablo. “Murah meriah dan cukup tangguh. Kita cukup mengubah as komstir persis bawaan KLX. Selain itu, diameter lubang sulingnya dimodif sesuai kebutuhan. Biar lebih empuk atau keras,” papar Tommy yang berkacamata itu.

Di sisi tenaga, Tommy percaya produk aftermarket yang dirilis dan dipasarkan pabrikan Kawasaki. Makanya ia mengadopsi knalpot dan CDI Nojikawa. “Knalpotnya pas mendongkrak torsi. Lagipula tenaga atas dapat karena panjang dan diameter pipa pas. Jadi tinggal atur sedikit setelah timing dan mappingn CDI sudah langsung ngacir,” ujar warga Sentul itu.

Trus, kalau sudah ngacir, apa mau diikutin balap?

DATA MODIFIKASI

Setang : Nojikawa
Hand-guard : Nojikawa
Engine-guard : Nojikawa

About these ads

Tags: ,

One Response to “Kawasaki KLX 150”

  1. fay Says:

    harganya berapaan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 917 other followers

%d bloggers like this: